So I watched The Oprah Show about 2 weeks ago, the episode talked about a "Cab Cash show" which made me confused, was this show first or Celebrity Taxi that made by Indonesia first? they have a same concept! And also The Dirty Job show, a show about a man, okey his name is Rowe something, taking the dirtiest, hardest job all over the world, wow. But He haven't gone to Indonesia, yet, too bad. But I'm not gonna talking about those show. What makes me thinking even until now is a segment about a school keeper lady who works at a school for poor children. She cleans up the school,the bathroom, and got a very low salary. But there's something that she said really haunting me, she said she loves her job very much, even tho people say it's a dirty job, but cleans up the school could put a smile oh her face every time she goes to sleep. Dang!
Now I ask you, how many of you who have a decent job and pretty big salary could sleep with a smile on your face when the last thing you had in your mind is (excluding a crush or love line u might have at your office) your job? Honestly, how many? I mean, many people I know always feel so stress every time they talk about their job. And thinking about job when they want to sleep would bring them a nightmare. Or some people would turn into a grumpy person every time they talk about it, even on their status on Twitter or Facebook. But this janitor lady not only she doing a job that many people think dirty, she loves her job! She also said she feels that the school is her home, and she will work really hard to clean the entire school just like she keeps her home clean.
And what wow-ed me again is the fact that she still manage to help the students in her school who are coming from poor families, with her low salary she even regularly buying a gift for them, like books or stationery, school stuff. Not only that, she even help paying a debt for her neighbor! If angels walking on earth maybe she's one of them.
Now I'm gonna ask you again. How many of you could still manage to sleep with smile and help others despite you have a tough day at your workplace. Oke, maybe your job can't be compared to her job. Maybe her job is hard "physically" and your job is more to "brainy" (I'm not sure, is that even a word?) but the thing is, it's not about how much salary you have, how prestigious your job is, how exclusive your social environment is, happiness can't be measured by that. Happiness is doing something that you love, something that makes you find the real you. Happiness is something that could put you sleep with a smile every night, because some people forgot how to do that. And maybe you, me, we are parts of them.
Senin, 31 Oktober 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
Offside, Perempuan Iran dan Sepakbola
![]() |
| Offside |
Tahun: 2006
genre: Comedy, Drama, sport
durasi: 93 menit
Sutradara: Jafar Panahi
Penulis: Jafar Panahi, Shadmar Rastin
Pemain: Sima Mobarak-Shahi, Shayesteh Irani, Ayda Sadeqi
Sepak bola, siapa yang tidak kenal dengan olahraga satu ini. Pria, perempuan, orang dewasa, anak kecil, semua mengenal dan menggemari sepak bola. Setiap 4 tahun sekali, kala ajang perebutan gelar tertinggi, Piala Dunia, digelar, bak tersihir mantra hampir seluruh mata di dunia terpaku pada perhelatan ini. Tak terkecuali kaum perempuan di negara Iran. Sayangnya, di negara Arab yang dipimpin oleh Ahmadinejad ini perempuan dilarang menonton sepak bola secara langsung di dalam stadiun. Dengan alasan demi menghindari perlakuan dan kata-kata kasar atau tidak senonoh yang sering terjadi dalam pertandingan di stadiun. Lalu, apa jadinya jika para perempuan penggemar sepakbola nekat berusaha masuk ke stadiun untuk menonton pertandingan? Apa jadinya jika mereka menuntut hak yang sama dengan pria?
Keadaan inilah yang disuguhkan dalam film Offside besutan sutradara Iran yang terkenal dengan film-filmnya yang penuh dengan kritikan, Jafar Panahi. Offside menceritakan bagaimana 5 gadis remaja yang tidak saling mengenal, terkurung dalam satu "penjara buatan" yang sama. Mereka tertangkap berusaha ke stadion dengan menyamar menjadi pria demi menyaksikan pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Iran dengan Bahrain. Yang membuat mereka frustasi adalah penjara mereka terletak sangat dekat dengan salah satu gerbang kecil stadiun. Mereka pun berusaha, memohon-mohon pada para prajurit yang menjaga mereka untuk dibebaskan dan diperbolehkan menonton. Sebenarnya para prajurit muda yang sedang mengikuti wajib militer ini tidak peduli jika gadis-gadis ini mau menonton pertandingan di dalam stadiun sekalipun, bahkan mereka pun sebenarnya merasa bosan dan ingin menonton pertandingan itu. Tetapi, mereka takut dengan pimpinan mereka yang bisa datang sewaktu-waktu mengecek keberadaan para gadis. Akhirnya diputuskan salah satu prajurit akan mengintip melalui gerbang kecil itu dan melaporkan jalannya pertandingan kepada mereka layaknya komentator. Sayangnya, sebelum pertandingan usai mereka harus pergi dari stadion untuk dibawa ke kantor polisi.
Penggambaran karakter wanita Iran yang tegas dan pemberani ditampilkan melalui adegan dan dialog-dialog lucu dalam film. Seperti ketika salah satu prajurit menjelaskan alasan wanita dilarang menonton pertandingan di stadion adalah karena untuk melindungi mereka dari perbuatan dan kata-kata kasar atau tidak menyenangkan yang banyak terjadi dalam stadion. Alasan itu diputar balik oleh salah seorang gadis dengan menanyakan mengapa wanita dan pria justru boleh menonton berdua, gelap-gelapan dalam bioskop. Yang tentu tidak bisa dijawab secara meyakinkan oleh sang prajurit. Ada juga ketika salah seorang gadis sudah tidak tahan ingin buang air kecil dan akhirnya berhasil kabur ketika si prajurit yang mengantarnya ke toilet terlibat keributan dengan beberapa pria yang ia larang masuk ke toilet (tidak ada toilet khusus wanita dalam stadion). Ketika si prajurit putus harapan dan pasrah jika ia harus dihukum oleh pimpinannya, sang gadis justru kembali ke penjara, alasannya ia tidak tega dan khawatir dengan nasib si prajurit.
Film yang terinspirasi dari putri Panahi sendiri ini memenangkan penghargaan Silver Bear dalam Berlin International Film Festival Grand Jury Prize pada tahun 2006 dan juga menjadi film pilihan dalam Festifal Film New York dan Toronto pada tahun yang sama. Sayangnya film ini dicekal dan tidak ditayangkan di negeri asalnya sendiri.
Jumat, 21 Oktober 2011
Yang Selalu Ada di Drama Korea
Sebagai penggemar hal-hal berbau Korea, udah banyak banget drama Korea yang gue tonton mulai dari genre romantic comedy sampe drama sejarah Korea. Yang paling menarik, menurut gue, adalah genre rom-com alias romantic comedy. Entah suatu aturan wajib yang tak tertulis atau kebetulan semata tapi ada beberapa hal yang bisa ditemui di hampir semua drama dengan genre ini. Tema, alur, latar boleh beda, tapi hal-hal ini pasti ada.
Bickering Couple
![]() |
| "Aku tidak mau melihatmu lagi!!" |
"Dasar, kau, Shim Chae Yeon! Kau merusak pemandanganku saja"
"Aku membencimu!!" "aku benci kau!!"
Adegan kayak begitu biasanya akan terjadi setiap pemeran utama pria atau wanita bertemu. Sengaja atau enggak sengaja. Selalu dimulai dan berakhir dengan bertengkar, padahal hal-hal yang diributin juga kadang sepele, nabrak lah, salah ambil barang, nyomot makanan yang lain, atau kadang memang sengaja digodain aja. Sepele.
Dan bukan rahasia umum lagi, sih, nanti, entah karena kekurung di lift berdua, ketinggalan tour, kena masalah trus dibantuin, pada akhirnya mereka akan sadar kalau ternyata mereka saling suka. Bukan berarti habis ini mereka tiba-tiba jadi lovey dovey sampe akhir film, malah kadang di saat-saat saling-suka-tapi-saling-enggak-tahu-jadi-pura-pura-enggak-suka ini lah makin sering berantemnya. Di kenyataan emang kayak gini juga ya?
Bisa ditemui di drama: hampir semua!
Cinta Segi-... Banyak, deh, Pokoknya!
Male lead, Cha Dong Won hates Mirae, the female lead, Mirae has her heart on the sweet gentleman Dong Gun. Meanwhile Dong Gun keep his interest only on business, his childhood friend, Sohyun always loves him. Well, Cha Dong Won loves Sohyun, dearly. Long story short, KUSUT.
Nama-namanya boleh di ganti dan dibolak-balik sesuka hati tapi love line-nya kurang lebih akan seperti itu. Biasanya orang-orang yang terlibat cinta dengan peran utama ini adalah 2nd lead, pemeran pembantu utama. Cinta segi tiga is so last year kalo di drama Korea. Kadang malah cinta segi 5 atau 6 kalau ada pemeran "printilan" yang juga suka sama 2nd lead atau protagonis. Kalau pada kenyataan juga kayak gini, sih, pusing duluan kayaknya ya..
Kadang di tengah jalan ketika para protagonis sudah saling sadar atau saling mengungkapkan perasaan, 2nd lead, yang biasanya mereka sukai pada awal cerita, tiba-tiba suka sama protagonis. Kalo di kehidupan nyata sih tinggal bilang aja enggak suka ya, tapi enggak di drama, yang ada jadi pada enggak enak nolaknya atau merasa jadi pengkhianat kalo menolak si 2nd lead ini. Pada akhir cerita kalau protagonis ini akhirnya bersatu dan para 2nd lead ini bukan tipe 2nd lead yang jahat, biasanya hubungan mereka bisa "naik tingkat" jadi pasangan kekasih juga, yang paling minimal, sih, pedekate dulu deh.
Kadang di tengah jalan ketika para protagonis sudah saling sadar atau saling mengungkapkan perasaan, 2nd lead, yang biasanya mereka sukai pada awal cerita, tiba-tiba suka sama protagonis. Kalo di kehidupan nyata sih tinggal bilang aja enggak suka ya, tapi enggak di drama, yang ada jadi pada enggak enak nolaknya atau merasa jadi pengkhianat kalo menolak si 2nd lead ini. Pada akhir cerita kalau protagonis ini akhirnya bersatu dan para 2nd lead ini bukan tipe 2nd lead yang jahat, biasanya hubungan mereka bisa "naik tingkat" jadi pasangan kekasih juga, yang paling minimal, sih, pedekate dulu deh.
Bisa ditemui di drama: Full House, Protect the Boss, My Fair Lady, err hampir semua!
Kencan Pinggir Jalan
"Kencan pinggir jalan" biasanya terjadi kalau udah saling menyadari perasaan masing-masing atau mau mulai buka-buka hati. Kadang ga harus sesama protagonis sih, antara protagonis dengan 2nd lead atau sesama 2nd lead juga bisa. Kencan pinggir jalan itu maksudnya mereka ngedate di semacam pasar modern yang banyak kios-kios di kanan kirinya. Nah, nanti di kencan pinggir jalan ini pasti ada adegan coba-coba kacamata lucu, topi lucu, sampai bando lucu. Makan tteokkbeokki, kue beras pedas khas korea, fish cake atau es krim juga biasanya ada di adegan ini, semacam paketan. Biasanya ini adalah adegan paling bahagia yang ada di drama, sepanjang adegan diperlihatkan pemeran tertawa-tawa dan minim percakapan. Bahagia banget.
Bisa ditemui di drama: Full House, Protect the Boss, My Fair Lady, Princess Hour.
Sebenarnya masih ada lagi, seperti minum soju, arak khas korea, di tenda pinggir jalan, karaoke, matiin handphone dengan cara cabut baterai (heran ya padahal tinggal matiin aja), dan masih banyak lagi. Tapi tiga ini emang yang paling sering. Kalo kalian suka nonton drama korea juga, dan iseng, coba perhatiin, deh. Siapa tau menemukan hal-hal baru yang selalu ada di drama korea.
Happy watching! :)
![]() |
| tteokkbeokki, yummy! |
Bisa ditemui di drama: Full House, Protect the Boss, My Fair Lady, Princess Hour.
Sebenarnya masih ada lagi, seperti minum soju, arak khas korea, di tenda pinggir jalan, karaoke, matiin handphone dengan cara cabut baterai (heran ya padahal tinggal matiin aja), dan masih banyak lagi. Tapi tiga ini emang yang paling sering. Kalo kalian suka nonton drama korea juga, dan iseng, coba perhatiin, deh. Siapa tau menemukan hal-hal baru yang selalu ada di drama korea.
Happy watching! :)
Kamis, 13 Oktober 2011
Disaster, feat Mom (Tragedi Bolu Tape)
Mute kaget waktu tau gue ga bisa masak, katanya kalo di rumahnya, gue pasti udah diseret ke dapur dan nyemplung-plung ke dunia kedapuran dan permasakan, kalo ada kata-kata itu. Anyway, yang Mute ga tau adalah ini sepertinya penyakit turunan dalam keluarga. Sepertinya wanita di keluarga gue kurang jago masak, dan kaum prianya justru handal, iye gue kalah sama adik gue soal masak-memasak. No, masakan Ibu enak kok, cuma bukan berarti ga pernah gagal juga, terutama soal perkuehan (iya ini ga ada imbuhan begini, tapi biarin deh). Jadi inget tragedi bolu, sigh, that was nightmare. Bikin kue belom pernah serempong ini.
Beberapa waktu lalu oven pesanan si ibu -hasil bujukan ibu-ibu gang yg siang bolong heboh dateng ke rumah rombongan, promosi (bude,mau beli oven ga?bagus lho,kecil kayak microwave,bisa dicicil 3x.aku sm mama lia aja beli lho!)- akhirnya dateng. Wah heboh, pulang dr rumah tetangga langsung buka kulkas, nyari tape. Mau praktek bikin bolu tape di rumah tante lia katanya. Pulang dari praktek dgn bangga memamerkan bolu tape buatannya,em ga jg sih, ibu cuma nyumbang tape,yg bikin tante lia, si ibu belajar critanya. Bolunya enak juga ternyata, dan karna merasa udah pinter nih, akhirnya diputuskan besok langsung mau bikin bolu tape juga! Jeng jeng jeng jeng!
Bener aja,pagi-pagi udah semangat, berkoar-koar, "ibu mau bikin bolu tape,nih. Ibu udah bisa." iya,bu..percaya deh,percaya. Yah bukan ibu namanya kalo ga heboh. Siangnya udah sibuk manjat-manjat kursi nyari mixer, "ibu tuh udah mindahin tempatnya,sengaja biar gampang ibu cari,dimana ya?ibu taro mana?", dia yg naro,dia jg yg lupa..meneketehe mom,meneketehe. Udah heboh panjat kursi, buka lemari sana-sini,bongkar semuanya, sampe bokap turun tangan, akhirnya ketemu juga. Di lemari di mana ibu yakin bgt klo mixernya ga mungkin ada di situ. Sigh. *tepok jidat*
Sorenya,bareng sama tetangga, ibu langsung beli bahan-bahan plus loyang baru. Ditenteng dengan bangga sampe rumah.sangat niat ya si ibu.
Kalo kamu pikir repotnya cm sampe situ,kamu ga kenal ibu,eh ya iya lah ya... Anyway, semua bahan udah di jadiin satu sampe akhirnya ibu nanya takaran SP (bahan buat pengembang kue) yang menurut gue sih kurang,karna katanya yg diperluin 1 sndk makan,nah itu baru 3/4nya,jd ya ditambhin lg deh dikit. Inilah awal dari musibah yg akan terjadi,segera. Semua bahan dicampur pake mixer,ibu blgnya 15mnt tp ini bru 10 menit udah ngembang bgt.hmm..iya iya emg udah ga bener ini.tapi tetep dilanjutin smp 15mnt juga. Nah pas mau naruh di loyang,melihat besar adonan daripada loyang,gue udah bilang nih sama ibu, "bu,kayaknya jgn semuanya deh. Sisain aja" tapi sebagaimana ibu,doi tetep keukeuh sumeukeuh kalo adonannya bisa masuk 1 loyang itu, "kemarin jg cukup kok 1 loyang,takarannya sama kok". Heuumm,ya sudah deh,drpd entar salah.
Dan,bener aja kan... Lagi asik-asiknya ntn tv di kamar atas smbl nunggu kuenya mateng,bokap teriak dari bawah kalo bolunya luber. Begitu di check,bener aja, adonannya luber ke luar loyang,sampe ke dasar oven!rasanya bolu itu ngembang dengan kecepatan diatas rata-rata*apa deeeh*! beuh.shock.
Bisa dipastikan gue disalahin karna gue yg nyuruh nambah sp,tp kan klo ibu naro adonannya ga sampe full seloyang pasti lubernya ga akan seheboh itu jg,iya kan. Main salah-salahan dh kita. Bokap akhirnya ga tahan liat bolu luber-luber itu. Dibukalah ovennya, sambil ngedumel ,"makanya,semuanya kan ada aturannya,sayang mahal-mahal,... ..." dikit-dikit dicungkilin luberanny yg nempel di dasar oven, di pintu oven,dan yg paling ekstrem, sepertiga adonannya dikeluarin (Padahal itu udah 1 jam,tp masih cair jg adonannya!gagal!) Ibu udah pasrah, ketawa-tawa sendiri,geli sendiri liat kuenya terancam gagal, "namanya jg belajar,naik sepeda aja bisa jatoh. Apalagi bikin kue,paling gagal,hahahaa". Heuuh..dasar si ibu. Singkatnya kita nunggu lg sekitar 1 jam, dan setelah akhirnya berhasil ngeluarin bolunya,yg prosesnya lagi-lagi heboh, keliatan dh bolunya 1/2 bagian gosong, 1/2 bagian bantet. Yg gosong itu yg bagian loyang ujung oven,yg ga kejangkau tangan bokap waktu dgn semena-mena nyiduk bahan demi menyelamatkan bolu. Sebagian yg gosong malah ada yg sampe kering kayak cookies,dan justru ini malah enak lho. Ibu cuma ketawa-tawa khawatir pas liat bentuk bolu yang labil ini, "besok kalo ditanya ibu-ibu bolunya,gmn nih?malu-maluin aja.", repoooot.
Eh tapi walaupun bentuknya labil,rasanya enak lho. Yah lumayanlah buat pemula.
Sampe skrg si ibu masih heran kenapa bisa beda hasilnya,dan tetep ya,nyalahin sp.huh. "kemarin tu bilangnya 1 sendok tuh,apa jangan-jangan 1 sendok teh?hahaha". Gue jadi curiga,ibu kmrn pas praktek cuma ngobrol doang nih ga merhatiin,hmmm...emang deh ibu.
Dipikir-pikir, gue tau deh darimana gen pelupa,ceroboh gue berasal.hahaha.luv u mom.
Ps: jangan makan remahan bolu gosong,seenak apapun itu. Apalagi yg nempel di rak oven. Kenapa? Yah gt deh,efeknya ga tenang,bwaannya keracunan aja.hahaha. Serius,mending jangan ya...
Beberapa waktu lalu oven pesanan si ibu -hasil bujukan ibu-ibu gang yg siang bolong heboh dateng ke rumah rombongan, promosi (bude,mau beli oven ga?bagus lho,kecil kayak microwave,bisa dicicil 3x.aku sm mama lia aja beli lho!)- akhirnya dateng. Wah heboh, pulang dr rumah tetangga langsung buka kulkas, nyari tape. Mau praktek bikin bolu tape di rumah tante lia katanya. Pulang dari praktek dgn bangga memamerkan bolu tape buatannya,em ga jg sih, ibu cuma nyumbang tape,yg bikin tante lia, si ibu belajar critanya. Bolunya enak juga ternyata, dan karna merasa udah pinter nih, akhirnya diputuskan besok langsung mau bikin bolu tape juga! Jeng jeng jeng jeng!
Bener aja,pagi-pagi udah semangat, berkoar-koar, "ibu mau bikin bolu tape,nih. Ibu udah bisa." iya,bu..percaya deh,percaya. Yah bukan ibu namanya kalo ga heboh. Siangnya udah sibuk manjat-manjat kursi nyari mixer, "ibu tuh udah mindahin tempatnya,sengaja biar gampang ibu cari,dimana ya?ibu taro mana?", dia yg naro,dia jg yg lupa..meneketehe mom,meneketehe. Udah heboh panjat kursi, buka lemari sana-sini,bongkar semuanya, sampe bokap turun tangan, akhirnya ketemu juga. Di lemari di mana ibu yakin bgt klo mixernya ga mungkin ada di situ. Sigh. *tepok jidat*
Sorenya,bareng sama tetangga, ibu langsung beli bahan-bahan plus loyang baru. Ditenteng dengan bangga sampe rumah.sangat niat ya si ibu.
Kalo kamu pikir repotnya cm sampe situ,kamu ga kenal ibu,eh ya iya lah ya... Anyway, semua bahan udah di jadiin satu sampe akhirnya ibu nanya takaran SP (bahan buat pengembang kue) yang menurut gue sih kurang,karna katanya yg diperluin 1 sndk makan,nah itu baru 3/4nya,jd ya ditambhin lg deh dikit. Inilah awal dari musibah yg akan terjadi,segera. Semua bahan dicampur pake mixer,ibu blgnya 15mnt tp ini bru 10 menit udah ngembang bgt.hmm..iya iya emg udah ga bener ini.tapi tetep dilanjutin smp 15mnt juga. Nah pas mau naruh di loyang,melihat besar adonan daripada loyang,gue udah bilang nih sama ibu, "bu,kayaknya jgn semuanya deh. Sisain aja" tapi sebagaimana ibu,doi tetep keukeuh sumeukeuh kalo adonannya bisa masuk 1 loyang itu, "kemarin jg cukup kok 1 loyang,takarannya sama kok". Heuumm,ya sudah deh,drpd entar salah.
Dan,bener aja kan... Lagi asik-asiknya ntn tv di kamar atas smbl nunggu kuenya mateng,bokap teriak dari bawah kalo bolunya luber. Begitu di check,bener aja, adonannya luber ke luar loyang,sampe ke dasar oven!rasanya bolu itu ngembang dengan kecepatan diatas rata-rata*apa deeeh*! beuh.shock.
Bisa dipastikan gue disalahin karna gue yg nyuruh nambah sp,tp kan klo ibu naro adonannya ga sampe full seloyang pasti lubernya ga akan seheboh itu jg,iya kan. Main salah-salahan dh kita. Bokap akhirnya ga tahan liat bolu luber-luber itu. Dibukalah ovennya, sambil ngedumel ,"makanya,semuanya kan ada aturannya,sayang mahal-mahal,... ..." dikit-dikit dicungkilin luberanny yg nempel di dasar oven, di pintu oven,dan yg paling ekstrem, sepertiga adonannya dikeluarin (Padahal itu udah 1 jam,tp masih cair jg adonannya!gagal!) Ibu udah pasrah, ketawa-tawa sendiri,geli sendiri liat kuenya terancam gagal, "namanya jg belajar,naik sepeda aja bisa jatoh. Apalagi bikin kue,paling gagal,hahahaa". Heuuh..dasar si ibu. Singkatnya kita nunggu lg sekitar 1 jam, dan setelah akhirnya berhasil ngeluarin bolunya,yg prosesnya lagi-lagi heboh, keliatan dh bolunya 1/2 bagian gosong, 1/2 bagian bantet. Yg gosong itu yg bagian loyang ujung oven,yg ga kejangkau tangan bokap waktu dgn semena-mena nyiduk bahan demi menyelamatkan bolu. Sebagian yg gosong malah ada yg sampe kering kayak cookies,dan justru ini malah enak lho. Ibu cuma ketawa-tawa khawatir pas liat bentuk bolu yang labil ini, "besok kalo ditanya ibu-ibu bolunya,gmn nih?malu-maluin aja.", repoooot.
Eh tapi walaupun bentuknya labil,rasanya enak lho. Yah lumayanlah buat pemula.
Sampe skrg si ibu masih heran kenapa bisa beda hasilnya,dan tetep ya,nyalahin sp.huh. "kemarin tu bilangnya 1 sendok tuh,apa jangan-jangan 1 sendok teh?hahaha". Gue jadi curiga,ibu kmrn pas praktek cuma ngobrol doang nih ga merhatiin,hmmm...emang deh ibu.
Dipikir-pikir, gue tau deh darimana gen pelupa,ceroboh gue berasal.hahaha.luv u mom.
Ps: jangan makan remahan bolu gosong,seenak apapun itu. Apalagi yg nempel di rak oven. Kenapa? Yah gt deh,efeknya ga tenang,bwaannya keracunan aja.hahaha. Serius,mending jangan ya...
Langganan:
Komentar (Atom)


