Tampilkan postingan dengan label thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thought. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

A (maybe) Paradox

Kalian tau kan gimana kalo setiap kita kali mikir suka ada suara-suara dalam kepala kita atau kata orang-orang, sih, suara hati. Nah, ini pertanyaan yang selalu ada di kepala gw:
Seorang yang tuna rungu dari lahir dan ga pernah pake alat bantu dengar, kalo dia sedang berpikir dalam hati, apa dia bisa denger suara-suara dalam kepala dia?
Karena seharusnya kalo kita ga bisa dan pernah denger apapun bagaimana kita bisa "meniru" suara itu kan? Karena manusia itu kan selama hidup bisa begini dan begitu hasil dari "meniru". Tapi masa sih mereka ga pernah berpikir dalam hati, jangan kan dalam hati bahkan secara reflek, kayak lagi nulis gini nih, ada suara-suara dalam kepala kan pasti?Nah...


ps: Postingan ini murni penasaran doang tanpa maksud apapun. suer deah.

Selasa, 22 November 2011

Sepak Bola Penting, Sepenting Cabang Olahraga Lainnya Kok!

Disebuah rumah sakit bersalin
Seorang Ibu sedang melahirkan.
Bidan: Ayo bu sedikit lagi, sudah keliatan batok kepalanya, Bu. Sedikit lagi.
Ibu: *ngeden*
Bidan: Iyak, ayo Bu, lebih kuat lagi, tarik nafas, buang!
Ibu: *ngeden lebih kenceng lagi* huff eeerrgghh huufff
Bidan: Yak Bu...(hening sejenak) bu...kepalanya masuk lagi. Kita operasi caesar aja yah?
Ibu: ... he eh.. *pasrah*

Nah, itu mungkin rasanya sama kayak Sea Games kemarin. Indonesia juara umum tapi tanpa emas di cabang sepak bola. Senang luar biasa tapi mungkin akan lebih afdol kalo sepak bola juga dapet emas. Iya, segitunya emang.


Hypenya pun keliatan beda banget antara pertandingan sepak bola dengan olah raga lain,kecuali badminton mungkin, misalnya panah, kano, atau sepatu roda gitu. Seakan-akan emas dari bidang lain tuh enggak lebih penting dari emas sepak bola. Haduh kok sedih banget kalo gitu ya. Eits jangan sedih, menurut gw sih enggak gitu. Emas cabang lain juga penting, sayangnya beberapa pertandingan emang ga disiarin di TV jadi ya wajar kalau hypenya engga seheboh sepak bola. Belum lagi masyrakat Indonesia yang udah kangen sama prestasi sepak bola Indonesia, setelah AFF gagal, Pre Piala Dunia enggak lolos, rasanya enggak berlebihan kalau mereka mengharapkan lebih dari Timnas U-23 ini. Apalagi selama masa penyisihan grup, permainan Timnas bisa dikatakan gemilang sekali. Menang 3 kali dan hanya kalah sekali dengan Malaysia, dengan skor yang tipis. Dan terakhir kali Indonesia mengantongi emas di cabang sepak bola ternyata tahun 1987, 24 tahun lalu!! Gimana enggak mau heboh ngarep menang setelah liat U-23 yang aduhai mainnya itu.

Tapi yah seperti para komentator di stasiun TV berkata, "Dewi Fortuna belum berada di pihak kita, Bung."
Dewi Fortuna ketemu jodoh di Malaysia kali ya, dua kali ketemu dua kali kalah pula. Tapi Malaysia emang patut diacungi jempol soal mentalnya, main di kandang lawan plus "cemoohan" dari pendukung Indonesia enggak bikin permainan mereka jelek, malah kayaknya jadi energi buat menangin pertandingan. Mungkin ini yang harus dicontoh pemain Indonesia.

Ya sudahlah, kembang api sudah diletuskan ke udara di Jakabaring, Indonesia juga udah jadi juara umum pada akhirnya. Enggak ada yang perlu disedih-sedihin lagi, sepak bola kita emang kalah, tapi 182 medali emas di tangan Indonesia itu luar biasa. Dua tahun lagi semoga medali emas sepak bola Indonsia rebut dan juara umum lagi. Yakin bisa!

Senin, 31 Oktober 2011

Do You Sleep with Smile Every Night?

So I watched The Oprah Show about 2 weeks ago, the episode talked about a "Cab Cash show" which made me confused, was this show first or Celebrity Taxi that made by Indonesia first? they have a same concept! And also The Dirty Job show, a show about a man, okey his name is Rowe something, taking the dirtiest, hardest job all over the world, wow. But He haven't gone to Indonesia, yet, too bad. But I'm not gonna talking about those show. What makes me thinking even until now is a segment about a school keeper lady who works at a school for poor children. She cleans up the school,the bathroom, and got a very low salary. But there's something that she said really haunting me, she said she loves her job very much, even tho people say it's a dirty job, but cleans up the school could put a smile oh her face every time she goes to sleep. Dang!

Now I ask you, how many of you who have a decent job and pretty big salary could sleep with a smile on your face when the last thing you had in your mind is (excluding a crush or love line u might have at your office) your job? Honestly, how many? I mean, many people I know always feel so stress every time they talk about their job. And thinking about job when they want to sleep would bring them a nightmare. Or some people would turn into a grumpy person every time they talk about it, even on their status on Twitter or Facebook. But this janitor lady not only she doing a job that many people think dirty, she loves her job! She also said she feels that the school is her home, and she will work really hard to clean the entire school just like she keeps her home clean.

And what wow-ed me again is the fact that she still manage to help the students in her school who are coming from poor families, with her low salary she even regularly buying a gift for them, like books or stationery, school stuff. Not only that, she even help paying a debt for her neighbor! If angels walking on earth maybe she's one of them.

Now I'm gonna ask you again. How many of you could still manage to sleep with smile and help others despite you have a tough day at your workplace. Oke, maybe your job can't be compared to her job. Maybe her job is hard "physically" and your job is more to "brainy" (I'm not sure, is that even a word?) but the thing is, it's not about how much salary you have, how prestigious your job is, how exclusive your social environment is, happiness can't be measured by that. Happiness is doing something that you love, something that makes you find the real you. Happiness is something that could put you sleep with a smile every night, because some people forgot how to do that. And maybe you, me, we are parts of them.

Selasa, 20 September 2011

Her and Him, and I'm Glad They Made It

Seorang teman gue beberapa waktu yang lalu, yah hampir setahun deh kayaknya, mengejutkan semua orang dengan jadian dengan temen SMP-nya dulu, yang adalah temen SMP gw juga, sih. Terus apa mengejutkannya? Orang pacaran sama temen SD-nya juga ada. Iya, sih, yang mengejutkan adalah kalau kita flashback ke kehidupan masa SMP, waktu itu enggak akan ada, deh, terlintas di otak kalo cewe ini akan bisa pacaran sama cowo ini. Boro-boro pacaran, main satu lingkungan pun semua bakal sangsi. Yang satu urakan, rule breaker, yang satu rapih, rajin, macam putri keraton. Tapi, yah, jodoh siapa yang tau, kan.

Pernah denger opposite attraction? Mungkin itu kata yang tepat buat gambarin hubungan mereka.

Jujur, gue sempet was-was waktu tau mereka jadian. Gimana enggak track record si cowo ini waktu SMP lumayan bikin ketar-ketir. Tipe keluar masuk BP, bandel deh. Sempet gue nanya sama dia "lo tau gimana dia waktu SMP kan?" dia jawab kira-kira gini "yah cuma tau gitu-gitu aja. Lo kan sempet satu kelas ama dia Gel, Lo tau dia ga? Ada gosip apa ttg dia?". Gue bingung. Akhirnya gue bilang aja "nakal-nakal anak SMP, ga lebih". Karena gue pikir itu kan SMP, siapa tau dia udah berubah, enggak "seliar" dulu lagi, lagipula menurut si cewe, si cowo baik sama dia and she's happy with him. Dan kalau denger ceritanya, sih, cowo ini kayaknya juga ga aneh-aneh jadi gue enggak begitu was-was lagi. Abis itu gue jarang ngobrol sama dia lagi. Dan belum ada gosip mereka putus tuh, malah tambah mesra kayaknya, dan sebagian orang masih kaget sana sini kalo denger tentang mereka. Hihi.

Love indeed could change someone into a better person.

Waktu ada nikahan temen SMA, gue akhirnya sempet ngobrol bareng mereka. Tentu aja gue langsung keluarkan semua rasa penasaran gue. "Lo bingung kan Rat gue bisa sama dia? Gue aja masih suka bingung," gitu kata si cowo. Dan keluarnya semua kenapa dan mengapa bisa mereka "berjodoh". And I'm glad they made it. Kalau inget-inget si cewe yang dulu, si cowo waktu SMP, terus liat mereka sekarang, gue masih suka heran, "kok bisa?" tapi gue juga bersyukur they found each other. I see them changing for each other, to be a better one, of course. Kadang gue suka engga sadar senyum kalo baca semacam puisi yang suka ditulis teman gue di notes FB nya. She seems so happy :). Berarti langkah yang gue ambil untuk engga ngomongin kelakuan jaman SMP bener, maksudnya bisa aja kan temen gue jadi mengurungkan niatnya buat lebih jauh. Walaupun gue tahu temen gue yang satu ini bukan tipe yang kayak begitu, dan itu juga udah jaman SMP, basi.

Then, I think to myself: "Love is unpredictable and falling in love is such a beautiful feeling". 

Kalau udah begini tinggal gue ngayal babu kapan ya gue... I miss falling in love, heheee...

                                                                                            pic credit: stockarch

Rabu, 29 Juni 2011

Have you enjoyed this short life?

You humans are such foolish creatures. I mean, your lives are so…short yet you spend the majority of your time doing things that you don’t want to do. Going to school when you’d rather travel the world, working at jobs you hate, dealing with people you dislike and chaining yourselves to lives you detest instead of giving yourselves the freedom to enjoy what’s left of your fleeting lives before the end comes.
~ Eclipse, An Eternity of Eclipse

And that makes me wonder, have I enjoyed my time? Have you?


credit: as tagged
Tandem skydiving, this is what I called enjoying life...
One of many things I have to do before I die.

Selasa, 30 November 2010

In the Waiting room

I live in the waiting room. What kind of waiting room? Who am I? You don’t have to know, there’s not much story about me that I could tell. But I do have stories to tell, not about me of course, it’s about them. The waiting room’s temporary occupants. Not that I love to ear-drop, but they just too loud to be ignored. So it left me to listen all their stories, and now you’ll listen to it too.

  • In the waiting room, memories #1.
       When goodbye is the best for us.


They came hand-in-hand, and sat side by side. Both didn’t look at each other, just stared at the white floor. Their shadow reflected at it. The boy’s voice broke the silence.
The boy said, “ Hope you’ll find someone better than me…”
The girl said, “ You’ll always be the best one for me. But the fate says the other words. It wouldn’t fit us. This world couldn’t accept us. Maybe you’re the one who deserve someone better than me..”
…
“then good luck for you, for us”
Then they left the waiting room, no longer held each other’s hand. After bid the last goodbye they went to separate way..
One thing that they didn’t know, both couldn’t hold their tears anymore.

Once again the waiting room became so silent. Left me with one thought,
Maybe, the best one is not always be the right one for us. Maybe…

semoga ga ada spelling and grammar nazi yang baca ini, bisa berabe diketawain. kalaupun ada yah maklum aja, namanya juga belajar..hehe.

Rabu, 24 November 2010

Laugh for love in your life

wanna know a secret?
there's no such thing called "if he/she is happy then i'm happy" in love.
the truth is
"he/she is happy, I'm hurt, but can do nothing bout it, so let it be."
a forced happiness? maybe.
Move on? that's the word.

so, i might not an expert in love whatsoever, but i know one thing for sure. you are the center of your own life. your own happiness is depend on yourself, depends on how hard you'll chase it. so chase it, make your own happiness.




Live life...Laugh lots forever.

aahh, i came across this pic while i'm looking for a laughing face. seeing this old lady's laugh, i don't know why, but it's make me happy. do you feel what i'm feeling? well, hope you feel it too :)

Kamis, 16 September 2010

Dan hujan mengakhiri semuanya

Saya biasa menunggunya keluar di pagi hari. Menunggu senyumnya,menunggu matanya yang bersinar. Memberikan saya kehidupan. Kadang dia menyapa saya,kadang dia terlalu sibuk dengan yg lain. Ya,yang butuh dia bukan hanya saya,tapi banyak lainnya.BANYAK.

Saya tidak tahu apa dia sadar bahwa begitu banyak yang mengagungkan dan membutuhkannya.tapi yang pasti dia mungkin tidak sadar bahwa saya selalu memperhatikannya setiap waktu. Ya,setiap waktu mata saya hanya tertuju padanya. Saya gila? Bukan kawan,karena saya butuh dia,saya tidak akan pernah bisa hidup tanpanya. Ini benar kawan,dan jangan katakan saya berlebihan. Rasakan ini saat suatu hari nanti kalian jatuh cinta.

Saya hanya punya waktu sampai malam datang,setelah itu saya tidak akan pernah melihatnya. Saya justru melihat pujaan hatinya.sepanjang malam. Betapa menyiksanya,karena dia begitu cantik,begitu mempesona,saya sampai tidak berani memandangnya. Setiap dia datang,saya menundukkan kepala. Ah ini sungguh menyiksa.

Tapi,ada bagian menyenangkan dari semua ini. Yaitu bahwa ternyata dia juga merasakan hal yang sama dengan saya,mencintai tapi tidak diketahui oleh yang dicintai. jatuh cinta diam-diam. Saya jadi dapat membayangkan betapa dia merindukan dan menginginkan pujaannya,seperti saya. Kami merasakan hal yang sama. Menyenangkan.
Tapi dalam hal ini saya lebih beruntung daripadanya. dia belum pernah sekalipun bertemu pujaannya. Mereka selalu saja berselisih waktu dan jalan.

Saya bisa setiap hari bertemu dengannya,yah,walaupun mungkin dia tdk menyadari keberadaan saya. Tapi saya senang. Saya akan menjaga perasaan saya sampai suatu hari nanti,mungkin,dia akan melihat saya dan memberikan senyumnya yg paling lebar untuk saya,saya sendiri,tidak berbagi dengan yang lain. Semoga saja saat hari itu tiba,saya tidak mati karena senangnya.tidak lucu kalau begitu. Wah membayangkannya saja,rasanya ingin meloncat kesana kesini, salto depan belakang,senyum seharian. Sekali lagi saya tekankan,saya tidak gila,saya hanya sedang jatuh cinta. Nanti kalian rasakan.

Tapi mungkin momen dia-tersenyum-pada-saya-dan-saya-mati-kesenengan-sambil-loncat-salto-senyum-senyum tidak akan pernah datang. Tidak akan pernah.
Hari itu dia dan pujaannya akhirnya bertemu,dan untuk pertama kalinya,ia tidak memperdulikan yang lain,apalagi saya. Matanya hanya tertuju pada dia,dia yang sangat mempesona.

Dunia saya menjadi gelap saat itu. Walaupun hanya untuk beberapa saat,tapi saya pikir saya akan mati saat itu. Saya tidak bisa bernapas, waktu terasa berjalan begitu lambat. Harapan saya hancur,impian saya lenyap. Hari itu,saya paling benci hari itu.

Saya selalu berpikir semua ini lucu. Bahwa saya pikir Tuhan mentakdirkan saya untuk selalu melihatnya,selalu bergantung padanya. Mentakdirkan saya untuk jatuh cinta padanya,tapi dia tidak jatuh cinta dengan saya. Apa ini benar-benar takdir saya?
Atau saya salah membaca pertanda?
Atau mungkin benar kata mereka disekitar saya. Bahwa saya sudah gila, mengharapkan sesuatu yang sangat besar dan jauh. Sesuatu yang tak akan bisa saya gapai. Buang-buang tenaga kata mereka. Haaah.

Sudah waktuny saya kembali ke tempat saya berada.Bermimpi yang dapat tercapai. Aeh,itu bukan mimpi namanya. Saya mau mimpi yang tidak bisa diimpikan! Saya mendapat cemoohan dan pelototan saat mengatakan hal itu. Sadar kata mereka. Baik,saya menyerah. Mungkin benar sudah waktunya mengatakan selamat tinggal,gudbye,adios,sayonara.. Sudah waktunya saya melepasnya.

Eh tapi,Anehnya,walaupun semua harapan dan impian telah lenyap,saya masih tidak bisa menghilangkan kebiasaan saya. Menunggunya setiap pagi dan terus melihatnya sepanjang hari. Apa boleh buat kan sudah saya katakan saya tidak bisa hidup tanpa dia. Apalagi senyumnya semakin lebar akhir-akhir ini. Mungkin karena cintanya terbalas. Senangnya dia. Bohong kalau saya bilang saya tidak sedih,anggap saja,senyum lebarnya merupakan tambahan dari senyum saya yg diambil olehnya.senyum saya tidak selebar dulu lagi.

Aah. Dream the undreamable dream. Saya kena batunya. Tapi saya menikmatinya. Sebentar lagi saya akan pergi,untuk terakhir kalinya saya ingin melihat senyumnya dan berteriak: Hei matahari!saya cinta kamu,sudah lama,dan mungkin akan selalu. Kamu tidak tahu saya,tdk apa-apa.Tp trimakasih sdh ada slama ini. Selamat tinggal.


Hari ini hujan pertama di musim ini turun. Saya benar-benar tidak akan pernah melihatnya lagi. Yah memang seharusnya berakhir seperti ini, bunga matahari yang jatuh cinta pada matahari yang bercinta dengan bulan.Terlalu sempurna.
Selamat tinggal..



*import dari notes FB..hehehe..