Stephen Chbosky
Pocket Books, Simon and Schuster Inc.
1999
Pertama kali tertarik sama novel ini gara-gara baca quote di salah satu sigi alias signature seseorang di suatu forum. It goes like this:
"And in that moment, I swear we were infinite." -Charlie, The Perks of Being a Wallflower-
Wallflower:
-- One who does not participate in the activity at a social event because of shyness or unpopularity (thefreedictionary.com)
Charlie bukan anak yang menonjol dan cenderung tertutup. Teman baiknya satu-satunya mati bunuh diri ketika tahun ajaran baru akan dimulai dan membuatnya harus berhubungan dengan psikolog. Ia kemudian menemukan dirinya seolah berada dalam dunia yang baru. Dunia dimana orang-orang mulai menerimanya.
Charlie, mungkin nama sebenarnya mungkin juga bukan, tapi ia ingin dipanggil seperti itu. Melalui suratnya ia menceritakan kehidupannya, sekolah, keluarga, pertemanan. Bagaimana ia menemukan hal-hal baru dalam dunianya seperti drugs, homoseksual, musik bagus,cinta pertama, dan merasa "tanpa batas".
Wallflower:
-- One who does not participate in the activity at a social event because of shyness or unpopularity (thefreedictionary.com)
| -- someone, usually in high school, who sees everything, knows everything, but does not say a word. they are not loners. they are introvertive, meaning they are shy and have a social disease. they cannot handle having someone pay attention to them even though they crave it as much as everyone else. wallflowers are just phased in, and faded into the backround. (urbandictionary.com) |
Charlie bukan anak yang menonjol dan cenderung tertutup. Teman baiknya satu-satunya mati bunuh diri ketika tahun ajaran baru akan dimulai dan membuatnya harus berhubungan dengan psikolog. Ia kemudian menemukan dirinya seolah berada dalam dunia yang baru. Dunia dimana orang-orang mulai menerimanya.
Charlie, mungkin nama sebenarnya mungkin juga bukan, tapi ia ingin dipanggil seperti itu. Melalui suratnya ia menceritakan kehidupannya, sekolah, keluarga, pertemanan. Bagaimana ia menemukan hal-hal baru dalam dunianya seperti drugs, homoseksual, musik bagus,cinta pertama, dan merasa "tanpa batas".
When we got out of the tunnel, Sam screamed this really fun scream, and there it was. Downtown. Lights on buildings and everything that makes you wonder. Sam sat down and started laughing. Patrick started laughing. I started laughing. And in that moment, I swear we were infinite.
Stephen Chbosky menghadirkan sosok Charlie dengan segala ketidaksempurnaanya namun sangat nyata. Sosok Charlie yang tertutup di awal cerita bersama dengan Craig dan Sam, sahabat barunya, sedikit demi sedikit mulai membuka diri dan berani untuk "berpartisipasi" dengan dunia di sekitarnya daripada hanya sekedar melihatnya berlalu begitu saja.
I just need to know that someone out there listens and understands and doesn’t try to sleep with people even if they could have. I need to know that these people exist.So, this is my life. And I want you to know that I am both happy and sad and I'm still trying to figure out how that could be.-Charlie-
Hingga akhir buku kita mungkin tak akan pernah tahu siapa Charlie sebenarnya atau siapa penerima surat itu, siapa orang-orang dalam suratnya. Tetapi di suatu waktu dalam hidup kita, kita pernah menjadi Charlie. Semangat akan hal baru, bingung bagaimana cara melaluinya, suatu masa saat sisi innocent dalam diri kita mulai menghilang. Masa menjadi remaja.
Enjoy reading, guys!
PS: Oh iya, buku ini sedikit mengingatkan saya dengan film Mary and Max dengan "the perfect stranger makes the best friend" nya. And I love that.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar