Selasa, 22 November 2011

Sepak Bola Penting, Sepenting Cabang Olahraga Lainnya Kok!

Disebuah rumah sakit bersalin
Seorang Ibu sedang melahirkan.
Bidan: Ayo bu sedikit lagi, sudah keliatan batok kepalanya, Bu. Sedikit lagi.
Ibu: *ngeden*
Bidan: Iyak, ayo Bu, lebih kuat lagi, tarik nafas, buang!
Ibu: *ngeden lebih kenceng lagi* huff eeerrgghh huufff
Bidan: Yak Bu...(hening sejenak) bu...kepalanya masuk lagi. Kita operasi caesar aja yah?
Ibu: ... he eh.. *pasrah*

Nah, itu mungkin rasanya sama kayak Sea Games kemarin. Indonesia juara umum tapi tanpa emas di cabang sepak bola. Senang luar biasa tapi mungkin akan lebih afdol kalo sepak bola juga dapet emas. Iya, segitunya emang.


Hypenya pun keliatan beda banget antara pertandingan sepak bola dengan olah raga lain,kecuali badminton mungkin, misalnya panah, kano, atau sepatu roda gitu. Seakan-akan emas dari bidang lain tuh enggak lebih penting dari emas sepak bola. Haduh kok sedih banget kalo gitu ya. Eits jangan sedih, menurut gw sih enggak gitu. Emas cabang lain juga penting, sayangnya beberapa pertandingan emang ga disiarin di TV jadi ya wajar kalau hypenya engga seheboh sepak bola. Belum lagi masyrakat Indonesia yang udah kangen sama prestasi sepak bola Indonesia, setelah AFF gagal, Pre Piala Dunia enggak lolos, rasanya enggak berlebihan kalau mereka mengharapkan lebih dari Timnas U-23 ini. Apalagi selama masa penyisihan grup, permainan Timnas bisa dikatakan gemilang sekali. Menang 3 kali dan hanya kalah sekali dengan Malaysia, dengan skor yang tipis. Dan terakhir kali Indonesia mengantongi emas di cabang sepak bola ternyata tahun 1987, 24 tahun lalu!! Gimana enggak mau heboh ngarep menang setelah liat U-23 yang aduhai mainnya itu.

Tapi yah seperti para komentator di stasiun TV berkata, "Dewi Fortuna belum berada di pihak kita, Bung."
Dewi Fortuna ketemu jodoh di Malaysia kali ya, dua kali ketemu dua kali kalah pula. Tapi Malaysia emang patut diacungi jempol soal mentalnya, main di kandang lawan plus "cemoohan" dari pendukung Indonesia enggak bikin permainan mereka jelek, malah kayaknya jadi energi buat menangin pertandingan. Mungkin ini yang harus dicontoh pemain Indonesia.

Ya sudahlah, kembang api sudah diletuskan ke udara di Jakabaring, Indonesia juga udah jadi juara umum pada akhirnya. Enggak ada yang perlu disedih-sedihin lagi, sepak bola kita emang kalah, tapi 182 medali emas di tangan Indonesia itu luar biasa. Dua tahun lagi semoga medali emas sepak bola Indonsia rebut dan juara umum lagi. Yakin bisa!

Jumat, 04 November 2011

Never Give Up !

When every time you thought you had enough, when you choose to finally give up. You might wanna see this, and reconsider your decision. *siap-siap tissue*

When you don't give up, you cannot fail.
... I don't need to say anything again right?

Rabu, 02 November 2011

Please, Please, Let Me Get What I want

I know this is an old song, but this is what I'm feeling right now...
please God...

Please Please Please Let Me Get What I Want - The Smiths
Good times for a change
See, the luck I've had
Can make a good man
Turn bad

So please please please
Let me, let me, let me
Let me get what I want
This time

Haven't had a dream in a long time
See, the life I've had
Can make a good man bad

So for once in my life
Let me get what I want
Lord knows, it would be the first time
Lord knows, it would be the first time
sigh...

Forgive My Curiosity

Manusia diciptakan Tuhan pasti diberkahi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masalah kelebihan ini, saya selalu kagum dengan orang yang diberkahi ingatan yang tajam, apalagi yang sampe photographic memory. Keren! Semacam pengen buka otaknya terus minta sedikit, tempel di otak saya. Ya, untuk bidang ingat mengingat ini agak lemah, tapi, hey, I'm trying to fix it now. Jadi yah lumayan udah mendingan, setidaknya tau pasti dimana handphone berada. Lain ingatan lain lagi penasaran, ...lho? Kalo ingatan saya agak lemah, rasa penasaran saya malah diatas rata-rata. Ini kelebihan atau kelemahan ya? Yang pasti kadang nyusahin,karena kalau penasarannya belom tuntas berasa kayak bisul yang enggak pecah! And maybe, if dinosaurs still alive, my curiosity could kill the dinosaur.

Saya Kepo? iya juga sih, tapi enggak hanya sebatas kepo. Saya penasaran sama semua. Tau engga rasanya kalau tiba-tiba inget sesuatu, misal nama seorang artis, muka inget, main film apa inget, tapi nama belakangnya enggak inget, inget ada di ujung otak tapi rasanya kayak ga ke baca sama otak. Gatel banget kan tuh, nah, penasaran saya tuh kayaka gitu. Untuk semua hal. Repot ya? Hmm tentu tidak, kan ada Mbah Google! When you in doubt, confused, searching for an answer, google it! hahaha.

Google semacam personal detektif yang ada di setiap rumah berinternet. Cari apa aja, asal kata kuncinya jelas, minimal yang tadinya baru tahu sampai D, sekarang bisa tahu sampai T. Apalagi sekarang ada Google Search by Image, waduh, makin tersalurkan bakat detektif saya (Iya, saya self-proclaimed a detective to be).Ih dari dulu juga bisa kali nyari gambar di Google. Eits, yang in beda, jadi fitur baru di Google Search ini memungkinkan kita untuk mencari source atau info apapun yang berhubungan dengan gambar yang kita punya dengan cara menelusuri gambar yang memiliki ukuran atau visual yang sama dengan gambar kita. Misalnya kita punya gambar lukisan, tapi kita engga tahu siapa yang melukis atau apa judul lukisannya, kita tinggal unggah gambarnya ke halaman google dan voila berpuluh-puluh sampe ribuan web yang berhubungan dengan gambar tadi bisa ditemukan. Ini mungkin nightmare buat orang yang suka nyomot-nyomot foto orang terus diaku-aku jadi hasil jepretannya sendiri. Atau bisa jadi alat stalker buat yang punya foto tapi enggak tahu siapa nama orang yang ada di dalam fotonya. Hmmm yang ini bahaya ya.

Balik lagi ke penasaran, saya lagi penasaran, kenapa kalau ada hal yang mengejutkan atau sebangsanya, umumnya istilah yang keluar adalah : "bikin heboh dunia persilatan"? Kenapa dunia persilatan? Kenapa bukan dunia perwayangan, atau dunial perkaratean gitu? Atau dunia gaib biar lebih dark kesannya. Sudah cari di Google tapi cuma ketemu kalo "dunia persilatan" itu istilah yang suka digunakan Kho Ping Ho dalam cerita novelnya. Soal kenapa bisa jadi istilah yang umum sekarang ini, masih belum jelas juga, mungkin saking terkenalnya beliau dulu ya. Hah, engga tau Kho Phing Ho itu siapa? Google dong...